Laba Tertahan

Laba Tertahan – Seharusnya istilah ini sudah tidak asing bagi para pembisnis, karena Laba adalah tujuan dari pada kemajuan sebuah usaha. Laba ini bukan semata-mata hanya untuk keuntungan atau pendapatan lebih untuk seorang bos atau yang memiliki saham didalam usaha tersebut. Laba ini bisa menjadi laba tertahan karena adanya untuk pengembangan bisnis itu sendiri.

Biasanya laba tertahan ini ditemukan pada akhir periode perhitungan akuntansi dan berada dibawah ekuitas pemegang saham. Ini terjadi karena secara tidak langsung laba tertahan masih menjadi milik perusahaan,walaupun tidak terhitung secara langsung. Seharusnya ini sudah menjadi kesepakatan tertulis antara pihak perusahaan dengan si pemilik saham. Yang dimana tujuan dari keduanya adalah sama-sama untuk mendapatkan laba.

Laba tertahan adalah bagian dari laba bersih yang tertahan yang dimana laba ini merupakan pendapatan dari perusahaan yang tidak diberikan kepada investor dengan bentuk dividen ,yang dimana dividen ini biasanya diberikan dan terhitung selama satu tahun sekali. Bukan tanpa alasan bahwa laba yang didapatkan ini menjadi laba tertahan karena mempunyai tujuan yaitu untuk dana darurat ,cadangan modal dan keperluan investasi. Laba tertahan ini juga disebut sebagai retained earnings. Retained earings bisa diartikan juga terhitung sebagai laba bersih dan sudah dikurangi hasil dividen.

Terjadinya naik ataupun turun profitabilitas karena ada hal , perubahan pajak tahunan perusahaan , perubahan biaya pada penjualan ,produksi ,biaya barang ,dan laba bersih, perubahan total dari dividen yang harusnya bisa diberikan kepada pemegang saham serta perubahan dari adanya biaya administrasi.

Fungsi dari adanya laba tertahan ini bukan tanpa alasan,melainkan adanya tujuan pada masa mendatang bagi nasib perusahaan itu sendiri, tentunya urgensi yang berada diluar rencana perusahaan,urgensi ini tidak kenal kondisi keuangan suatu perusahaan. Dibawah ini adalah alasan kuat dari fungsinya laba tertahan bagi perusahaan dan si pemilik saham :

1. Membantu melunasi hutang perusahaan
Untuk mendapatkan keuntungan yang ingin demi dapat melunasi hutang, biasanya perusahaan akan menahan laba dalam jangka panjang. Dengan adanya laba tertahan ini akuntan bisa memanfaatkan sisa laba yang didapat,digunakan untuk membayarkan hutang perusahaan tepat waktu. Dari sinilah fungsinya terlihat bahwa perusahaan tidak akan menggunakan dana dari sumber yang lain ,sehingga penataan dana dan perputaran pendapatan perusahaan tidak berantakan.

2. Membiayai operasional perusahaan
Tentunya sebuah perusahaan harus memiliki yang namanya dana untuk mengoprasikan perusahaannya,termasuk didalamnya adalah kas kecil dan kas besar. Alasan perusahaan melakukan laba tertahan ini untuk memberikan sebuah kemungkinan bahwa perusahaan dapat beroperasi dan berpeluang untuk meningkatkan bisnisnya agar terus berkembang dan maju. Pada hal ini perusahaan yang seperti ini yang berrtanggung jawab atas kegiatan-kegiatan yang terjadi didalamnya dan mempertanggung jawabkan nasib investor.

3. Untuk cadangan modal
Laba tertahan bisa menjadi keuntungan perusahaan yang dimana ketika perusahaan sedang berada difase kesulitan dalan hal finansial,maka laba tertahan ini berguna untuk penambahan pada modal perusahaan ,sehingga perusahaan tidak mengacau pendanaan yang sudah tertata untuk keperluan lain.

4. Perkembangan bisnis
Dalam hal ini laba tertahan menjadi peran untuk mengembangkan bisnis dari perusahaan,karena bisa sangat membantu perkembangan perusahaan baik dari segi bangunan ,penambahan karyawan untuk bisnis yang baru ini dan pengoperasian pada perusahaan.

5. Untuk investasi perusahaan
Pasti setiap pembisnis menginginkan perusahaannya terus berkembang dan maju,manfaat dari laba tertahan bisa dikembangkan dan digunakan untuk perusahaan melakukan investasi.